Jumat, 15 Agustus 2014

Keutamaan dan Hukumnya Qurban

Bismillahirrahmanirrahim. Tidak terasa hari Idul Adha baru saja meninggalkan kita hampir sepekan lalu. Idealnya ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari hari yang sama-sama kita agungkan ini. Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau harga hewan qurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban.Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi” (HR Bukhari).
Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Albani).


Janganlah pernah menjadi pribadi yang kikir, bukankah sangat mudah bagi anda membeli ponsel pintar terbaru atau membeli tiket konser artis mancanegara berharga jutaan? Yakinlah wahai saudaraku, bahwa Allah akan mengganti apa yang dibelanjakan di jalan-Nya dengan berlipat ganda. Tahukah engkau saudaraku, bahwa Allah mengutus dua malaikat. Malaikat yang pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya” (HR Bukhari & Muslim). 

Sesungguhnya disyariatkannya ‘udhiyah (berkorban) oleh Allah SWT, bertujuan sebagai sarana untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya dan sebagai  kemurahan untuk umat manusia pada hari raya. Ingatkah kita akan kisah Nabi Allah Ibrahim dan Ismail? Begitu lamanya Nabi Ibrahim mendambakan seorang anak, namun setelah Allah karuniai seorang putra yaitu Ismail,  Nabi Ibrahim 'alaihis salam diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail. Lalu dengan penuh ketakwaan beliau menyambut perintah Allah tadi tanpa ragu. Karenanya Allah Ta’ala memberikan ganti dari langit sebagai tebusan bagi anaknya, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Al-Shafat: 107).


KEUTAMAAN BERQURBAN :


Di antaranya sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)

Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya)

Hukum Berkurban Bagi yang Mampu Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkurban bagi yang mampu, antara wajib dan sunnah mu’akkadah. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat, berkurban hukumnya sunnah mu’akkadah. Meninggalkannya, padahal mampu, termasuk sikap yang dibenci (makruh).

Sebagian ulama yang lain berpendapat hukumnya wajib bagi setiap keluarga muslim yang mampu melaksanakannya. Hal tersebut didasarkan kepada firman Allah Ta’ala,

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Dan juga sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Siapa yang telah menyembelihnya sebelum shalat, hendaknya dia mengulanginya.” (Muttafaaq ‘alaih)

Sikap yang paling selamat yang selayaknya diambil seorang muslim, tidak meninggalkan berkurban ketika mampu, karena melaksanakan berkurban merupakan sikap yang melepaskan dirinya dari tanggungan dan tuntutan. Dan keluar darinya adalah lebih selamat. Sedangkan bagi yang tidak mampu, tidak memiliki harta kecuali sekedar mencukupi kebutuhan pokok keluarganya, maka berkorban tidak wajib atas mereka. Sedangkan siapa yang memiliki tanggungan hutang, maka selayaknya mendahulukan pembayaran hutang atas berkurban. Karena melepaskan diri dari beban tanggungan ketika mampu hukumnya wajib.

Saudaraku, marilah luangkan kembali waktumu untuk membaca kisah inspiratif di bawah ini. Kisah tentang keluarga pemulung yang mengikhlaskan dirinya untuk berkurban 2 ekor kambing terbaik di tengah keterbatasan dan kemiskinan hidupnya.

dakwatuna.com - Jum’at pagi (26/10) jamaah masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Sebagaimana biasa, sebelum shalat Id dilaksanakan pengurus masjid mengumumkan hasil perolehan hewan qurban yang diterima panitia. Ada sekitar 27 sapi dan kambing yang diterima oleh panitia.

“Perlu kami umumkan, kambing yang terbesar justru diberikan oleh seorang yang pekerjaannya pemulung. Beliau biasa berkeliling di sekitar Tebet sini,” ujar panitia qurban melalui pengeras suara masjid.
“Setiap hari, beliau pula yang memberi makan kambing tersebut,” kata pembawa acara.

Hampir seluruh jamaah shalat terkesima mendengar pengumuman itu. Saat memimpin shalat, suara imam pun bergetar seperti menahan tangis. “Hebat. Subhanallah,” gumam jamaah.
Bertekad Menabung 3 Tahun untuk Beli Hewan Qurban

Pemulung itu menyerahkan kambing beberapa hari lalu. Dia bernama Yati (55 tahun), yang sudah menabung susah payah untuk berqurban. Wanita yang berprofesi sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berqurban.

“Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain qurban,” cerita Yati, sebagaimana yang diberitakan oleh merdeka.com, Jumat (26/10).

Tapi Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berqurban tahun ini.

Yati dan suaminya Maman (35 tahun) sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika digabung cuma Rp 25 ribu per hari. Kadang untuk menambah penghasilan, Maman ikut menarik sampah di sekitar Tebet. Tapi akhirnya mereka bisa membeli dua ekor kambing. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Dua kambing ini disumbangkan ke masjid.

“Saya nabung tiga tahun untuk beli dua ekor kambing. Yang besar itu saya beli Rp 2 juta, yang kecil Rp 1 juta,” kata Yati di rumahnya.
“Penghasilan sehari tak tentu. Seringnya dapat Rp 25 ribu. Dihemat untuk hidup dan ditabung buat beli dua kambing itu,” kisah Yati.

Yati membeli dua kambing itu di Pancoran. Maman yang mengambil dua kambing itu dengan Bajaj dan memberikannya ke panitia kurban di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.
Man Jadda Wajada

Pasangan suami istri ini tinggal di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet, Jakarta Selatan. Tak ada barang berharga di pondok 3×4 meter itu. Sebuah televisi rongsokan berada di pojok ruangan. Sudah bertahun-tahun TV itu tak menyala.

Wanita asal Madura ini bercerita soal mimpinya bisa berkurban. Yati mengaku sudah seumur hidup ingin berkurban. Dia malu setiap tahun harus mengantre meminta daging. Keinginan ini terus menguat, saat Bulan Ramadan. Yati makin giat menabung.

“Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir,” jelasnya.

“Pada bilang: apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging qurban,” beber Yati.

Yati mengaku sudah lama tinggal di pondok itu. Dia tak ingat sudah berapa lama membangun gubuk dari triplek di jalur hijau peninggalan Gubernur Legendaris Ali Sadikin itu.


“Di sini ya tidak bayar. Mau bayar ke siapa? Ya numpang hidup saja,” katanya ramah.

Setiap hari Yati mengelilingi kawasan Tebet hingga Bukit Duri. Dia pernah kena asam urat sampai tak bisa jalan. Tapi Yati tetap bekerja, dia tak mau jadi pengemis.

“Biar ngesot saya harus kerja. Waktu itu katanya saya asam urat karena kelelahan kerja. Maklum sehari biasa jalan jauh. Ada kali sepuluh kilo,” akunya.

Juanda yang menjaga masjid Al Ittihad terharu saat Yati bercerita mimpi bisa berkurban lalu berusaha keras mengumpulkan uang hingga akhirnya bisa membeli dua ekor kambing.
“Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” gumamnya.
“Saya nangis, tidak kuat menahan haru,” ujar Juanda (50), salah satu pengurus Masjid Al Ittihad. Juanda menceritakan, Selasa (23/10), seorang pemulung bernama Maman datang ke Masjid Al Ittihad. Masjid megah ini terletak di kawasan elite Tebet Mas, Jaksel.

“Bawanya pakai Bajaj. Dia kasih dua ekor kambing untuk kurban. Dia bicara tegas, justru saya yang menerimanya tak kuat. Saya menangis,” kata Juanda.

Dua kambing itu ada di halaman masjid. Ada yang berwarna coklat dan putih. Kambing itu justru yang paling besar di antara kambing-kambing lain.

Dia menceritakan pengurus lain pun terharu mendengar cerita ini. Begitu juga jamaah shalat Idul Adha yang mendengar pengumuman lewat pengeras suara sebelum shalat. (ren/ian/merdeka.com/hdn)

Selasa, 12 Agustus 2014

Hukum Adzan dan Keutamaannya


Hukum adzan, apakah wajib atau sunnah ?

Jawaban :
Adzan hukumnya fardhu kifayah bagi laki-laki ketika sudah masuk waktu sholat lima waktu, termasuk di dalamnya sholat jum’at. Artinya jika salah satu laki-laki dari kaum muslimin telah mengumandangkan adzan ketika telah masuk waktu sholat Maghrib umpamanya, maka gugurlah kewajiban atas semua laki-laki dari kaum muslimin yang lain. Sebaliknya jika tidak ada satupun yang mengumandangkan adzan ketika sudah masuk waktu sholat wajib, maka seluruh kaum muslimin berdosa.
Dalilnya adalah hadist Malik bin al- Huwairisi bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم ثم ليؤمكم أكبركم

"Jika waktu sholat telah tiba, hendaklah salah seorang diantara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian dan hendaklah orang yang paling tua diantara kalian yang menjadi imam (HR Bukhari dan Muslim ).

Adzan mempunyai banyak keutamaan, diantaranya adalah :
 1/ Orang yang selalu mengumandangkan adzan ( muadzin ) pada hari kiamat lehernya akan lebih panjang. Dalilnya adalah hadist Muawiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhusholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda : bahwasanya Rosulullah

 المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة

 Muadzin itu merupakan orang yang berleher paling panjang pada hari kiamat kelak. (HR.Muslim)

 2/ Adzan membuat setan lari. Dalilnya hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

 إذا نودي للصلاة أدبر الشيطان له ضراط حتى لا يسمع التأذين فإذا قضي التأذين أقبل حتى إذا ثوب بالصلاة أدبر حتى إذا قضي التثويب أقبل حتى يخطر بين المرء ونفسه يقول له اذكر كذا واذكر كذا لما لم يكن يذكر من قبل حتى يظل الرجل ما يدري كم صلى

" Jika sholat sudah diserukan, maka setan berbalik membelakanginya sambil mengeluarkan suara kentut yang keras sehingga adzan tidak terdengar. Dan jika seruan adzan selesai, dia kembali berbalik lagi sehinga jika jika seruan sholat (Iqomah) kembali dikumandangkan, dia membelakangi lagi sehingga jika iqomah selesai dikumandangkan, dia berbalik lagi sehingga dia muncul diantara seseorang dengan dirinya. Dia berkata kepadanya, ' ingatlah begini,, ingatlah begitu terhadap sesuatu yang sebelumnya dia tidak mengingatnya sehingga dia tidak mengetahui berapa rakaat dia telah mengerjakan shalat. ( HR Bukhari dan Muslim )



3/ Orang yang selalu mengumandangkan adzan, akan mendapatkan pahala yang besar, sebagaimana yang terdapat di dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

لو يعلم الناس ما في النداء والصف الأول ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لاستهموا ولو يعلمون ما في التهجير لاستبقوا إليه ولو يعلمون ما في العتمة والصبح لأتوهما ولو حبوا

"Kalau saja umat manusia mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan barisan pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya, kecuali dengan cara mengundi, pasti mereka akan mengadakan undian. Sekiranya mereka mengetahui pahala yang terdapat pada kesegeraan berangkat shalat , pasti mereka akan berlomba- lomba mendatanginya. Dan sekiranya mereka, mengetahui pahala sholat isya' dan shubuh, pasti mereka akan mendatanginya (ke masjid) meski dengan cara merangkak. (HR Bukhari dan Muslim)

 4/ Diantara pahala seorang muadzin adalah akan diampuni dosa-dosanya sejauh jarak suara adzannya, sebagaimana yang tersebut di dalam hadist Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhusholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda : bahwasanya Rosulullah

إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم والمؤذن يغفر له مد صوته ويصدقه من سمعه من رطب ويابس وله مثل أجر من صلى معه

"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas barisan terdepan , dan Muadzin diberi ampunan sejauh suaranya serta dibenarkan oleh orang yang mendengarkannya, baik yang masih basah maupun yang sudah kering. Dan baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan shalat dengannya." ( Hadits Shohih Riwayat Nasa'I dan Ahmad)

 5/ Seorang muadzin akan didoakan oleh Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam sebagaimana yang tersebut di dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

الامام ضامن و المؤذن مؤتمن اللهم ارشد الائمة واغفر للمؤذنين

"Imam itu bertanggung jawab. Sementara muadzin menjadi kepercayaan umat manusia.Ya Allah, berilah petunjuk kepada para imam dan berilah ampunan kepada para muadzin.( Hadits Shohih Riwayat Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Khuzaimah)

 6/ Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuni dosanya muadzin yang ikhlas mengumandangkan adzan, walaupun di tempat yang tterpencil, sebagaimana yang tersebut di dalam hadist ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

يعجب ربكم من راعي غنم في رأس شظية الجبل يؤذن فيقول الله عز وجل انظروا إلى عبدي هذا يؤذن ويقيم الصلاة يخاف مني قد غفرت لعبدي وأدخلته الجنة

Rabb kalian merasa bangga terhadap seseorang pengembala kambing disebuah puncak bukit yang mengumandangkan adzan shalat dan mengerjakan adzan. Maka Allah yang Maha perkasa lagi Maha mulia berfirman : " Lihatlah hamba-Ku itu, dia mengumandangkan adzan dan iqomah karena merasa takut kepada-Ku. Sesungguhnya aku telah mengampuni hamba-Ku itu dan memasukannya ke surga." ( Hadist Shohih Riwayat Abu Daud )


8 Tingkatan SURGA dan Calon Penghuninya

Surga (Al Jannah) : suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, kesenangan, kenikmatan, kebahagiaan, serta kemuliaan yang abadi.

Allah Azza wa Jalla menjanjikan tempat ini bagi hamba-hambaNya yang beriman dan bertaqwa kepada Nya.

Nama-nama surga, tingkatan dan calon penghuninya :

1. Surga Firdaus (diciptakan dari Emas)
    Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat :
Al – Mukminun (9-11) : Dan orang-orang yang memelihara shalat : Mereka itu
adalah orang-orang yang akan mewarisi (yait u) yang bakal mewarisi surga firdaus,
mereka kekal di dalamnya”.
Al-Kahfi (107) : “sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal”.

- orang yang memelihara dan khusyuk dalam shalatnya.
- orang yang menjauhkan diri dari ucapan dan perbuatan yang tiada berguna.
- orang yang membayar zakat
- orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istrinya.
-  orang yang memelihara amanat dan menepati janji

2. Surga Andnan (diciptakan dari Intan Putih)
     calon penghuninya adalah :
- Orang yang beriman dan beramal shaleh QS Thaha (76) : “Surga ‘Adn    
   yakni yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, di dalamnya mereka
   kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang di dunia dalam     
   keadaan bersih dari berbagai dosa”.

- QS Shaad (50) : “surga’Adn yang pintu-pint unya terbuka bagi mereka”.

- Orang yang bertaqwa kepada Allah ( QS An Nahl : 30 – 31 )
- Orang yang berbuat baik ( QS Fathir : 32 – 33 )
- Orang yang sabar, menginfakkan hartanya dan membalas kejahatan  
   dengan kebaikkan ( QS Ar Rad : 22 – 23 )

3. Surga Na’iim (diciptakan dari Perak Putih)
    calon penghuninya adalah :
- orang yang bertaqwa dan beramal saleh
  ( QS Al Qalam 34, Luqman 8, QS Al Haj 56 )

QS Al Haj 56 :           ” Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal
            shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmat an”.

QS Al-Lukman (8) :          “Sesungguhnya orang – orang yang beriman       
 dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka
bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan”.

4. Surga Ma’wa (diciptakan dari Zamrut Hijau)
     calon penghuninya adalah :
- Orang yang bertaqwa kepada Allah ( QS An Najm 15 )
- Orang yang beriman dan berama saleh (QS As Sajdah 19) : “Adapun   
            orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh.
maka bagi mereka mendapat surga – surga t empat kediaman,
merupakan pahala pada apa yang t elah mereka:kerjakan”.

- Orang yang takut pada kebesaran Allah dan menahan hawa napsu
   buruk (QS An Naziat 41) :
   “Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat t inggal(nya)”.

5. Surga Darussalam (diciptakan dari Yakut Merah)
    calon penghuninya adalah :
- Orang yang kuat iman dan islamnya, memperhatikan ayat – ayat Alquran
   serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari karena Allah SWT
   ( QS Al An’am 127 )
- QS Yunus (25) :     “Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni
surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus”.
6. Surga Daarul Maqoomah (diciptakan dari Permata Putih)
- dihuni oleh orang yang kebaikkannya amat banyak, dan sangat jarang
   berbuat salah.
- QS Faathir (24-25) :          “Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi Allah yang
telah mengapus(rasa) duka cit a dari kami.
Sesungguhnya T uhan kami adalah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya”.

7. Surga Al Maqoomul Amiin (diciptakan dari Emas)
- dihuni oleh orang yang keimanannya telah mencapai Muttaqien yakni
              orang yang benar-benar bertaqwa (QS Ad Dukhan 51) : “sesungguhnya
  orang-orang yang bert awakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)”.

8. Surga Khuldi (diDiciptakan dari Marjan Merah dan Kuning)
- penghuninya adalah Orang yang taat menjalankan perintah Allah dan
              menjauhi larangannya (QS Al Furqaan 15) :  “Katakanlah : “Apa (siksa)
              yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan
  kepada orang- orang yang bert akwa, sebagai balasan dan kediaman
  kembali mereka”.

  


8 Tingkatan NERAKA dan Calon Penghuninya :


Penghuni Neraka seperti yang diterangkan pada Surat Al-Baqoroh ayat 24, yang artinya :
“Maka takutlah kamu kepada neraka yang bahan bakarnya ialah manusia dan batu-batu, neraka itu disediakan bagi mereka yang Kafir”

Mari kita sama-sama berdo’a pada Alloh SWT :
ASYHADU ALA ILA HA ILALLOH….. ASTAGHFIRULLOH…..
NAS ALLUKA RIDHOOOKA….  WAL JANNAH…
TA WAA NAUDDZUBIKA MIN SAKHOTIKA WANNAAAR……


1.      Neraka JAHANAM
Neraka yang paling atas, dihuni oleh orang-orang mukminin-mukminat, muslimin-muslimat yang melakukan dosa kecil maupun besar.
…………. “demi neraka Jahanam, didatangkan untuk semua orang,
  walaupun hanya lewat atau mampir dalam 1 hari”
            QS An-Nisa’ ayat 169 :
“Bahwasanya orang-orang kafir dan orang teraniyaya itu tidak diampuni oleh Alloh, dan tidak ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka Jahanam, mereka kekal didalamnya tuk selama-lamanya, yang demikian itu semua mudah bagi Alloh.”

QS An-Hijr (15) ayat 43 :
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah
diancamkan kepada mereka (pengikut -pengikut syaitan) semuanya”.

2.      Neraka LADHOH (luzza/lazza)
QS. Al-Ma’aarij (15-18) : Neraka yang bergejolak apinya da mengelupaskan kulit kepalanya”.

3.      Nerak HUTOMAH
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. QS.  Al-Humazah (104).

§         Celakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
§         Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung
§         Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
§         Sekali-kali tidak …. ! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan
ke dalam Huthamah.
§         Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah
yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.
§         Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
  
4.      Neraka SA’IR
QS. An-Nisa’ (4) ayat 10 : Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka it u menelan api sepenuh perut nya dan mereka akan masuk ke dalam api menyala-nyala (Neraka)”.

QS. Al-Mulk (67) ayat 5 : Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang it u alat -alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala”.

QS. Al-Mulk (67) ayat 10-11: Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan at au memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.
Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghunipenghuni
neraka yang menyala-nyala. di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.

5.      Neraka SAHKHOR
QS. Al-Muddatstsir (26) ayat 28-27 : Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu ?  didalamnya dit empat i orang-orang penyembah berhala”.

6.      Neraka JAHIM
QS. As-Syu’araa (26) ayat 91 : “dan diperlihat kan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat di dalamnya dit empat i orang-orang musyrik”.

7.      Neraka HAWIYAH
QS. Al-Qori’ah (9-10) dan(101)  :
maka t empat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah
neraka Hawiyah itu … ? di dalamnya dit empati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.  Inilah neraka yang berada dibawah sekali. neraka yang paling keras, yaitu tempat orang yang ketika matinya tidak membawa iman dan islam, apinya hitam dan sudah dibakar 1000 tahun lamanya, Alas atau kerak-kerak neraka. Disinilah tempat orang-orang yang berdosa berat, Mereka yang menjadi musuh nabi-nabi, seperti Firaun.
Firman Allah SWT : “Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka
dia dilemparkan ke neraka hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka
Hawiyah it u? Yait u api yang sangat panas”.
(Q.S. Al-Qoriah : 8-11) sahabat Abu Hurairoh “terdengar suara yang mengelegar lalu bertanyalah ke rosulullah dan rosulullah menjawab itu adalah suara batu yang jatuh dari neraka jahanam ke “teleng” sekitar dada jatuhnya 1000 tahun”.

8.      Neraka WAIL
QS. Al-Mutaffifin (1-3) :

“Celaka besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”.