Sabtu, 08 April 2017

13 Manfaat Sedekah dalam Islam Bagi Kehidupan




Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Sepenggal seruan itu mengingatkan kita betapa pentingnya untuk memberi. Jika kita tergolong orang yang mampu dengan memiliki kedudukan, harta yang cukup banyak. Maka perlu sekiranya kita untuk bersedekah. Memberikan sebagian harta kita kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Perintah Sedekah dalam Islam

Manfaat memeluk agama islam banyak mengenal konsep sosial yang memerintahkan umatnya untuk saling tolong-tolong menolong antar manusia dalam kebaikan. Konsep zakat, qurban, dan salah satunya adalah ibadah sedekah, yang selain mempererat hubungan dengan Tuhan namun juga dengan sesama Manusia.

Perintah sedekah ini terdapat pada firman Allah dalam Alqur’an, surat An Nissa ayat 114:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar”.

Sedekah bukan hanya soal memberikan sebagian harta bagi yang membutuhkan, namun manfaat sedekah lebih luas akan dirasakan pada orang yang melakukannya seperti berikut :
1. Memperkuat keimanan
Ibadah adalah sarana yang berarti suatu pengabdian yang dilakukan seorang hamba kepada Tuhannya. Bersedekah di dalam agama adalah sebagai salah satu perintah bagi umat muslim. Bersedekah dengan niat demi ibadah karena Allah, maka akan memupuk rasa keimanan kita terhadap Allah. Hal ini seperti manfaat qurban yang mengajarkan berbagi kebahagiaan di hari idul Adha.
2. Meningkatkan rasa empati sosial
Konsep sedekah secara esensi adalah dengan memberikan apa yang kita punya
baik imateriil mapun materiil untuk orang yang lebih membutuhkan. Perilaku
bersedekah mensyaratkan adanya sesuatu yang bisa di berikan dan juga siapa yang
diberi. Bagi orang yang memberi sedekah semata-mata untuk membantu meringankan
beban orang yang dibantu akan melatih sikap empati kita terhadap orang lain.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk memupuk rasa empati adalah dalam
manfaat ilmu sosiologi dalam kahidupan.
3. Terhindar dari nilai materialisme
Khusus untuk bersedekah secara harta membuat kita harus berani mengurangi apa yang kita
punya untuk kebaikan orang lain. Hal ini baik agar kita tidak menjadi orang yang gila harta
yang tidak rela hartanya diberikan cuma-cuma untuk orang lain.
Sifat tersebut adalah tanaman nilai materialisme yang justru akan membuat kita hanya
memikirkan kebahagiaan duniawi semata. Oleh karena itu perlu adanya kebiasaan yang
menjaga kita terhindar dari nilai-nilai materialisme, dan dengan manfaat sedekah termasuk
salah satunya.
4. Rasa syukur kepada Tuhan
Manfaat sedekah turut mengingatkan kita bahwa apa yang kita punya adalah kenikmatan
yang tidak lepas dari izin tuhan. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur maka perlu membagi
kenikmatan yang kita punya kepada orang lain yang kurang beruntung.
Dalam islam rasa syukur ini juga terdapat dalam manfaat ayat kursi dalam ayat suci Alquran.
5. Melatih berpikir positif
Bagi orang yang bersedekah dengan ikhlas maka tidak akan ada kekhawatiran baginya.
Manfaat berpikiran positif tentang sedekah ini, akan membuatnya berpikir bahwa apa yang
telah dilakukannya tersebut justru akan memberikan manfaat jangka panjang. Sehingga
secara bahasa jawanya, dia tidak akan merasa “eman” dan justru akan menganggap
akan ada hal yang baik yang akan diterima dirinya ketika melakukan kebaikan dengan
bersedekah.
6. Terhindar dari sifat kikir
Ini adalah salah satu sifat buruk yang perlu dihindari. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan
dan juga makhluk sosial, tidak sepatutnya kita sombong dengan menganggap bahwa
apa yang di dapat adalah karena usahanya semata.
Perlu di ketahui nasib kita, entah baik atau buruk pastilah terikat dengan campur tangan
Tuhan dan sangat dimungkinkan ada campur tangan orang lain yang mempengaruhi.
Oleh sebab itu dengan manfaat sedekah akan mengingatkan kita untuk tidak memiliki
sifat kikir.
7. Meningkatkan kekebalan Tubuh
Menariknya, dengan bersedekah ada efek yang ditimbulkan terhadap kesehatan kita.
Berbeda dengan manfaat buah-buahan atau sayuran yang biasa dikonsumsi,
menurut penelitian yang dilakukan Prof. David M Clelland. Dia menemukan bahwa dengan
melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain seperti bersedekah akan meningkatkan
sistem kekebalan tubuh.
8. Semakin panjang umur
Manfaat ini tidak kalah menariknya, dengan bersedekah akan membuat kita lebih
panjang umur. Hal itu diperkuat oleh pendapat Dr Stephen Post yang di dalam
bukunya menyebutkan bahwa sifat dermawan cukup menyehatkan dan bisa memanjangkan
umur kita.
Ada juga penelitian yang dilakukan oleh Stephanie Brown pada tahun berasal dari
University. Penelitian tersebut melibatkan partisipan para manula, Penelitian tersebut
menemukan bahwa manula yang gemar bersedekah memiliki resiko lebih kecil untuk
meningggal dalam rentan 5 tahun berikutnya dibandingkan dengan manula yang tidak
pernah bersedekah.
Mempuk jiwa dermawan juga diajarkan dalam manfaat zakat sebagai ibadah wajib dalam islam.
9. Memiliki tubuh lebih bugar
Hal itu di ungkap oleh James House dalam studinya ia menyimpulkan bahwa dengan
membantu orang lain dengan sepenuh hati akan meningkatkan kebugaran tubuh dan
meningkatkan angka harapan hidup.
10. Mendapat rasa bahagia
Dengan bersedekah akan menghadirkan perasaan bahagia. Hal itu di ungkap oleh
Elozabeth Duun dalam risetnya, ia menemukan bahwa dengan membelanjakan harta
di jalan kebaikan untuk membantu orang lain akan mendorong produksi hormon-hormon
kebahagiaan di dalam otak kita.
Selain bersedekah, lakukan hal-hal yang disukai untuk mendapatkan kebahagiaan seperti
pada :
11. Terhindar dari stress
Dalam bukunya, Allan Luks mengatakan bahwa dengan menolong orang lain akan
meringankan rasa sakit kita sendiri, serta mengurangi stress. Dengan memberikan
bantuan secara dengan rela akan meningkatkan produksi endrofin, hal itu baik untuk
kesehatan jiwa kita. Penelitain yang dilakukan Allan Luks melibatkan 3000 sukarelawan,
dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain.
12. Berlatih bersikap Adil
Studi di Belgia yang melibatkan 466 pelajar. Mereka ditanya tentang seberapa sering
berbagi dengan orang lain dan kemudian di bandingkan dengan perilaku alturistik mereka.
Hasilnya Charlotte De Backer yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa
Mereka yang sering berbagi memiliki sikap adil, dan tidak berani mengambil hak orang lain.
Hal itu menunjukkan bahwa dengan manfaat sedekah, akan mengingatkan kita mengenai
kewajiban kita sebagai makhluk sosial. Untuk bersikap adil kepada mereka yang
membutuhkan dengan memberikan bantuan sosial.
13. Menurunkan tekanan darah
Hal ini akan sangat bermanfaat agar kita terhindar dari hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Studi yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa orang yang suka menolong
dan memiliki motivasi untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain akan membuatnya
memiliki tekanan darah yang stabil.

“Hati-hatilah terhadap doa orang yg terzalimi, krna tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.”(HR Bukhari).




Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura : 42
"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di  muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".

Macam-macam perbuatan zalim secara umum adalah segala perbuatan yang mengotori hati, yaitu sombong, dengki (tidak suka terhadap kebahagian orang lain), ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah
(menuduh tanpa bukti yang kuat), adu domba (bermuka dua), dusta (bohong), ujub (bangga diri dengan merendahkan orang lain), dan lain sebagainya.

Allah SWT telah mengingatka dalam Al Qur'an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Qs. Al Zaljalah : 7-8

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Juz 6 Surah An-Nisa' ayat 148 yang berbunyi:
Ertinya: "Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui."

Ayat ini “meleraikan” perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang-orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan ke dalam “doa”. Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, kerana tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Kerana jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Yang Maha kuasa.

Larangan berbuat zalim sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Ibrahim : 42-45

"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami beri tangguhlah kepada kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan memenuhi seruan Engkau dan akan mengikuti Rasul-rasul. (Kepada mereka di katakan): 'Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia), bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat kepada mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan" .


Di riwayatkan oleh Bukhari :

Dari Anas r.a berkata: Dari Rasulullah SAW, bahwasannya beliau bersabda: "Hendaklah kamu menolong saudaramu yang menganiaya dan yang teraniaya", sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, (benar) aku akan menolong apabila ia dianiaya, maka bagaimana cara menolongnya apabila ia menganiaya?" . Beliau menjawab: "Engkau cegah dia dari (perbuatan) penganiayaan, maka yang demikian itulah berarti menolongnya" .

Beberapa isi kandungan hadis yang dapat kita amati:
1. Perintah menolong saudara yang teraniaya (terzalimi), dengan cara membantu meringankan penderitaannya.
2. Perintah menolong saudara yang menganiaya (menzalimi), dengan cara mencegahnya agar tidak berbuat aniaya. Tiga cara mencegah orang yang berbuat zalim menurut pandangan agama Islam yaitu:
a. Dengan tangan, artinya cegah dengan kekuasaan, jabatan/kedudukan/ harta yang kita miliki.
b. Dengan lisan, artinya cegah dengan nasihat-nasihat yang baik (nasihat-nasihat agama, tulisan-tulisan atau artikel-artikel agama, dan lain sebaginya).
c. Dengan hati, artinya cegah dengan doa-doa yang baik kepada Allah, agar orang yang berbuat zalim itu di berikan hidayah dan ampunan dari Allah SWT. Dan inilah selemah-lemahnya iman.


Di riwayatkan oleh Muslim dan Turmudji:

Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: "Tahukah kamu siapa yang pelit itu?", mereka (sahabat) berkata: "Ya Rasulullah, orang yang pelit menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang", (kemudian) Rasulullah menjawab: "Sesungguhnya orang yang pelit dari umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala solat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta benda orang (hakhak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis, sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka."

Hadis ini menjelaskan akan kerugian orang yang berbuat zalim kepada orang lain, yaitu :
1. Orang zalim dikatakan sebagai orang yang "pelit".
2. Di hari kiamat nanti (hari di hitungnya segala amal perbuatan), seluruh amal kebaikan orang yang menzalimi akan di berikan kepada orang-orang yang telah terzalimi.
3. Dan segala dosa-dosa orang yang terzalimi akan diberikan kepada orang yang menzalimi.
4. Orang-orang yang zalim akan dilemparkan ke dalam neraka.

sumber : SINI

Alhamdulillah, syukur. SIS temui ketenangan dan kekuatan untuk teruskan urusan jualan. Rasa cukup tabah untuk harunginya , yakin JANJI DIA PASTI DAN DIA sentiasa di sisi SIS.... Allahuakbar....

DOA sy xkan berkat dn selamat dunia & akhirat hidup kamu dan seluruh keturunan kamu selagi mana kamu tidak pulangkan hak sy, sy berusan dgn kamu2  tnpa rasa prasangka yg kurang baik krn sy fikir dn beranggapan kamu semua orang2  yg baik jika sebaliknya jg kamu buat jutaan terima kasih sy ucapkan...

Membangun Rumah di Surga dg 12 Rakaat -Shalat Sunnah Rawatib



Dari Aisyah ra : 

Rasullulah bersabda: “Barangsiapa rutin menegakkan sholat sunnah 12 raka'at, maka Allah ta’aala akan membuatkan rumah baginya di surga.

Apabila menegakan Sholat Sunat Rowatib secara Rutin :

  • 2 raka'at sebelum Subuh.
  • 4 raka'at sebelum Zhuhur dan 2 rakaat sesudah Zhuhur
  • 2 raka'at sesudah Maghrib
  • 2 raka'at sesudah Isya  (HR Tirmidzi 379)

"Org yg paling cerdas ialah org yg banyak menghitung2/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya & ber’amal utk kehidupan stlh kematian. (At-Tirmidzi 8/499)

Rasullulah menyuruh seorg Muslim melakukan suatu amal kebaikan dg konsistensi & keteguhan. Allah ta’aala menyukai hambaNya yg wlpun mengerjakan perkara kecil namun ia mau mengerjakannya secara kontinyu, terus-menerus.
”Dan sesungguhny pd hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.Brgsiapa dijauhkan dari neraka & dimskkan kedlm surga,mk sungguh ia tlh beruntung.Kehidupan dunia itu tdk lain hnylah kesenangan yg memperdayakan” (QS AliImran:185)

Dari Aisyah ra  beliau berkata: Rasullulah bersabda:“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Krn sesungguhnya Allah ta’aala tdk akan bosan shg engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yg paling Allah ta’aala sukai ialah yg terus-menerus dikerjakan wlpun sedikit. Dan bila ia beramal ia beramal dg teguh pendirian.” (HR Abu Dawud 1161)

(Ya Allah) Yg membolak-balikkan hati, teguhkanlah pendirianku di atas agamaMu.” (HR Tirmidzi 2066)
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kpdMu dari kelemahan,kemalasan,sikap pengecut,kebakhilan,kepikunan, dan azab kubur.Ya Allah,berikanlah diriku ketakwaannya& sucikanlah ia, krn Engkaulah yang sebaik2 yg menyucikannya, Engkaulah Penolong dan Pemiliknya.” (HR Muslim 4899)

Sumber :
https://id-id.facebook.com/notes/muslim-dan-muallaf/membangun-rumah-di-surga-dg-12-rakaat-shalat-sunnah-rawatib/10150333233566174/