Nabi Musa a.s diutuskan untuk memerangi kejahatan dan membawa kebenaran khas untuk umat Bani Israel yang terkenal degil sejak zaman berzaman.Sungguh pun Allah S.W.T telah mengutuskan beberapa Rasul dan Nabi terbaik untuk umat atau bangsa Yahudi ini, mereka tetap sahaja berpaling dari jalan yang di kehendakNya.
Wahyu atau perintah yang di turunkan buat umat Bani Israel ini melalui Nabi Musa a.s berupa 10 perintah.Tidak lebih dan tidak kurang,tetapi di sebabkan keangkuhan dan kejahatan, mereka mengubah dan meninggalkan 10 Perintah yang di wahyukan kepada mereka.Mereka dengan perasaan tanpa malu dan bersalah telah mewujudkan sendiri Kitab yang di kenali sebagai Talmud dan meninggalkan Kitab Taurat yang terkandung 10 Perintah asal dari Allah S.W.T.
Malah sehingga kini mereka meletakkan kitab Talmud melebihi dari Kitab Taurat Allah S.W.T.Lihat petikan yang terdapat di dalam kitab Talmud mereka ini:
“Kitab Talmud berada di atas segala hukum.Talmud lebih penting daripada hukum Musa(Torah atau yang biasa di sebut sebagai Taurat).”
(Rabi Issael dan Rabi Chasbar)
(Rabi Issael dan Rabi Chasbar)
Firman Allah S.W.T buat golongon ini yang mengubah-gubah Kitab
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.
Surah Al-Baqarah Ayat 79
Surah Al-Baqarah Ayat 79
Mari kita perhatikan 10 Perintah Allah S.W.T seperti yang terdapat di dalam Kitab Taurat.
.
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda :
– “Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :
.
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda :
– “Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :
1· Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahwa aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.
2. Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu niscaya aku peliharamu dari segala bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
3· Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak niscaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.
4· Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
5· Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.
6· Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
7· Jangan mencuri dan jangan berzina isteri tetanggamu sebab niscaya Aku tutup wajah-Ku dari padamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
8· Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.
9· Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
10· Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi :
– “Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma’at sebagai hari raya untukku.”
– “Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma’at sebagai hari raya untukku.”
Jika tangan-tangan manusia di biar menjaga Kitab-Kitab Allah S.W.T ,nescaya akan hancurlah Kitab2 tersebut seperti apa yang telah berlakau pada Kitab Taurat ,Zabur dan Injil.Maka Allah S.W.T telah berfirman yang Dia akan menjaga Kitab Terakhir iaitu Al-Quran seperti di bawah:
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qur’an Surat Al-An’am ayat 115)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar